Gotong royong berasal dari dua kata, gotong yang berarti mengangkut serta royong yang artinya bekerja sama atau bersama-sama. Nilai kearifan lokal ini diwujudkan oleh warga Desa Pancot, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dalam ritual sedekah bumi.
Warga desa bergotong royong melakukan penanaman pohon sebagai bentuk pelestarian lingkungan sekaligus wujud syukur kepada Tuhan dan alam semesta.
Gotong royong ini terlahir dari adanya kondisi dalam suatu lingkup masyarakat yang membutuhkan pembenahan secara bersama-sama.
Pembenahan tersebut terkait isu lingkungan, seperti kerusakan tanah, pencemaran sumber air oleh sampah rumah tangga, ataupun kurangnya sarana prasarana bagi wisatawan.